Mengapa Matematika Masih Menjadi Momok.

Mengapa Matematika Masih Menjadi Momok.

Oleh : Indriati Sukorini

Mata pelajaran matematika mempunyai peran yang sangat penting bagi setiap siswa ataupun dalam kehidupan sehari-hari, bahkan matematika  bisa dikatakan sebagai jantungnya setiap ilmu, yang sangat besar manfaatnya terutama dalam ilmu sains dan teknologi. Namun demikian masih banyak orang atau siswa beranggapan bahwa mata pelajaran matematika adalah mata pelajaran yang sulit. Bahkan sampai detik inipun, walaupun sudah di jaman Era Globalisasi sebagian dari siswa menganggap “matematika dianggap sebagai momok”, yang menegangkan, bahkan kalau bisa menghindar dari matematika. Apalagi kalau penampilan dari gurunya agak sedikit menyeramkan, mungkin siswa sudah merasa berdebar – debar jantungnya. Sementara itu kita tidak boleh hanya menilai atau memandang dari penampilan gurunya, tetapi kita harus melihat bagaimana cara guru tersebut menjelaskan materi matematika, apakah bisa kita fahami atau justru malah semakin kabur.

Sebagian khalayak juga menganggap bahwa matematika itu salah satu  mata pelajaran yang sulit. Jika seseorang awalnya sudah menganggap matematika itu sulit, maka jelas akan mempengaruhi penguasaan didalam mempelajari matematika, karena sebelumnya sudah ada rasa was-was, takut, dan pasrah. Melihat kondisi demikian, maka ini merupakan tugas berat atau tantangan bagi para bapak / ibu guru khususnya yang mengajar matematika, bagaimana kita bisa meyakinkan pada mereka bahwa matematika itu sebenarnya bukan mata pelajaran yang sulit, dan juga bukan menjadi momok, justru kalau siswa mau belajar dengan sungguh-sungguh matematika akan menjadi mata pelajaran yang menarik bagi kita. Karena disitu kita diuji untuk bisa memecahkan masalah yang ada pada setiap problema di dalam matematika. Kalau kita bisa memecahkan setiap permasalahan yang ada di dalam matematika, itu merupakan suatu kepuasan tersendiri bagi kita. Oleh karena itu, didalam mempelajari matematika dibutuhkan banyak latihan soal-soal, kesabaran, dan keuletan , jangan hanya menggantungkan tugas yang diberikan oleh bapak / ibu guru. Karena dengan mengerjakan banyak soal matematika akan melatih otak kita untuk memecahkan permasalahan yang ada didalam matematika. Dan juga  kita akan mengetahui kharakteristik dari soal tersebut sehingga kita akan lebih mudah untuk menyelesaikan soa-soal matematik a tersebut.

Disamping itu hal yang sangat penting didalam mempelajari matematika, kita harus mengetahui inti dari permasalahan yang ada  di soal tersebut dan menerapakan rumus mana yang sesuai dengan permasalahan yang ada didalam soal tersebut. Selain itu kita harus mempunyai suatu cara atau metode didalam memahami setiap pokok bahasan yang ada di matematika. Karena matematika bukan suatu pelajaran yang sifatnya hafalan tetapi dalam matematika banyak sekali dijumpai materi yang bersifat abstrak.

Bagaimana menumbuhkan motivasi dan minat siswa terhadap matematika, agar matematika tidak lagi dianggap sebagai momok ?. Dari pertanyaan tersebut dapat kita ketahui banyak sekali faktor yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran matematika, agar matematika itu tidak lagi dianggap sebagai momok oleh siswa kita. Untuk menarik minat dan motivasi siswa didalam mempelajari matematika, faktor pertama adalah pembelajaran matematika di sekolah sebaiknya di upayakan ” PAIKEM ” yaitu Pembelajaran yang Aktif, Inovatif, Kreatif dan Menyenangkan. Selain itu faktor kedua adalah pendekatan atau metode yang digunakan seharusnya disesuakan dengan pokok bahasan yang akan diajarkan, jangan terlalu sering menggunakan metode ceramah. Karena di dalam proses pembelajaran matematika di sekolah- sekolah masih banyak sering kita jumpai proses pembelajaran yang banyak didominasi oleh guru, sehingga siswa hanya pasif pada waktu proses pembelajaran. Sehingga kalau metode seperti ini masih sering digunakan maka rasanya sulit untuk memotivasi dan membangkitkan  minat siswa didalam mempelajari materi matematika. Karena siswa hanya berfungsi sebagai pendengar saja. Maka dari Kreativitas dan inovasi dari guru sangat mutlak diperlukan didalam proses pembelajaran matematika. Apalagi sekarang banyak sekali metode pembelajaran inovatif yang bisa kita pilih untuk menjelaskan  salah satu pokok bahasan yang ada didalam materi matematika. Faktor ketiga kita sebagai guru jangan hanya mengejar target kurikulum yang harus disampaikan tetapi juga harus memikirkan apakah materi yang sudah kita jelaskan itu bisa difahami betul-betul oleh siswa kita atau belum. Faktor keempat adalah tata bahasa yang kita kita gunakan dalam penyusunan materi harus jelas , ringkas, dan padat, sehingga siswa tidak bingung didalam memahami materi tersebut. Faktor kelima jangan lupa pada waktu kita menjelaskan suatu materi atau contoh soal mengajak siswa untuk berpartisipasi secara aktif sehingga mereka berusaha untuk mengerti atau memahami dari materi yang kita ajarkan.

Dari uraian diatas semoga kita sebagai guru bisa mempunyai gambaran yang jelas bagaimana untuk memotivasi dan membangkitkan minat siswa didalam pembelajaran matematika, sehingga untuk kedepannya mudah-mudahan matematika tidak lagi menjadi momok bagi siswa kita, tetapi menjadi pelajaran yang indah dan menarik bagi siswa. Amiin.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: